Make your own free website on Tripod.com
logo jsit

OLIMPIADE MATA PELAJARAN

JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU (JSIT) REGIONAL III

JATENG-DIY-JATIM-KALIMANTAN

DI SDIT AL-ISLAM KUDUS 29-30 JANUARI 2005

logo alislam
home pai b. indonesia matematika sains ips b.arab b.inggris tahfiz

 

TEHNIS LOMBA

MAPEL BAHASA INDONESIA

SDIT SE-REGIONAL III JATENG-DIY-JATIM-KALIMANTAN

TAHUN 2005   

Lomba Mapel Bahasa Indonesia terbagi dalam tiga tingkat. Adapun pembagiannya sebagai berikut:

 

  1. Tingkat I (usia kelas 1 dan 2 SD)

  2. Tingkat II (usia kelas 3 dan 4 SD)

  3. Tingkat III (usia kelas 5 dan 6 SD)

  Scoring  ( cara penilaian )

    Kisi-kisi soal tiap tingkat

 

 1.      Tingkat I

Pada tingkat pertama ini, perlombaan dibagi dalam 2 tahap yaitu:

a.      Tahap I (Penyisihan)

Pada tahap pertama ini, ada dua jenis tes yang akan dilakukan yaitu tes tertulis dan tes komprehensif.

Tes tertulis : semua peserta mengerjakan tes dalam waktu 45 menit yang terdiri dari 55 soal :

1. Pilihan ganda = 40 soal.

2. Isian singkat = 10 soal.

3. Uraian = 5 soal.

Tes komprehensif,terdiri dari 3 jenis test :

TTes 1 Dikte

Dalam tes dikte ini, dilaksanakan secara klasikal.Tim juri membacakan beberapa kalimat, kemudian peserta menuliskannya pada lembar yang sudah disediakan.

Waktu : 5 menit

Tugas : Peserta menuliskan kalimat yang dibacakan oleh juri.

Aspek yang dinilai :

1.   Kemampuan dalam menggunakan huruf kapital dan tanda baca, skor maksimal = 40.

2.   Kerapian, maksimal, skor maksimal = 30.

3.   Kecepatan, skor maksimal = 30.

TTes 2 Bercerita

Waktu : 5 menit

Tugas : 1. Peserta memilih salah satu gambar yang di perlihatkan oleh juri.

                          2. Peserta menceritakan gambar yang dipilihnya dengan lisan, 2 sampai 3 kalimat.

Aspek yang dinilai :

    1. Berbicara secara jelas dan urut, skor maksimal = 40.

    2. Kreatifitas mengembangkan cerita, skor maksimal = 30.

    3. Berbicara dengan intonasi baik dan benar, skor maksimal =30.

TTes 3 Membaca puisi

Waktu : 5 menit

Tugas : Peserta membacakan sebuah puisi di depan juri.

Aspek yang dinilai :

1. Penghayatan, skor maksimal = 40.

2. Ekspresi, skor maksimal = 30.

3. Intonasi, skor maksimal = 30.

Pada tahap pertama ini diambil 3 peserta dengan nilai tertinggi untuk maju ke tahap dua.

b.      Tahap II

Cerdas cermat, terdiri dari :

1. Soal wajib = 10 soal tiap peserta.

2. Soal lemparan = 10 soal tiap peserta.

3. Soal rebutan = 10 soal.  


2.                  Tingkat II  

Pada tingkat dua ini, perlombaan dibagi dalam 2 tahap yaitu:

a.      Tahap I (Penyisihan)

Tes tertulis, semua peserta mengerjakan tes dalam waktu 45 menit yang terdiri dari 55 soal :

1. Pilihan ganda = 40 soal

2. Isian singkat = 10 soal

3. Uraian = 5 soal

Tes komprehensif,terdiri dari 3 jenis tes yaitu:

 

Tes 1  Mengarang

Waktu : 5 menit

Tugas :Peserta menyusun atau membuat sebuah karangan berdasarkan gambar yang sudah disediakan oleh tim juri pada lembar yang sudah disediakan dengan menggunakan tulisan tegak bersambung. Panjang karangan minimal 10 kalimat.

 

Aspek penilaian

1. Kesesuaian cerita dengan tema, skor maksimal 50

2. Panjang karangan, skor maksimal 20.

3. Tulisan (penggunaan huruf kapital, tanda baca dan kerapian), skor maksimal 30

 

Tes 2  Menyusun dan Menceritakan Gambar

Waktu : 5 menit

Tugas : 1. Peserta menyusun gambar yang susunannya masih acak menjadi gambar yang berurutan.

2. Peserta menceritakan gambar yang telah disusun tersebut menjadi sebuah cerita yang menarik secara lisan.

 

Aspek yang dinilai :

1. Kesesuaian cerita dan gambar, skor maksimal =30.

2. Urutan cerita, skor maksimal = 20.

3. Jumlah kalimat (minimal 5, masing-masing minimal 4 kata), skor maksimal = 10.

Tes 3 Membaca cerita

Waktu 5 menit

Tugas: Peserta membacakan naskah cerita yang diberikan oleh tim juri.

 

Aspek Penilaian:

1. Intonasi, skor maksimal 30

2. Kelancaran, skor maksimal 20

3. Ekspresi, skor maksimal 30

4. Penampilan, skor maksimal 20

Pada tahap pertama ini diambil 3 peserta dengan nilai tertinggi untuk maju ke tahap dua.

b.      Tahap II

Cerdas cermat, terdiri dari :

1. Soal wajib = 10 soal tiap peserta.

2. Soal lemparan = 10 soal tiap peserta.

3. Soal rebutan = 10 soal.


3.                  Tingkat III  

Pada tingkat tiga ini, perlombaan dibagi dalam 2 tahap yaitu:

a.                        Tahap I (Penyisihan)

Tes tertulis, semua peserta mengerjakan tes dalam waktu 45 menit yang terdiri dari 55 soal :

1. Pilihan ganda = 40 soal

2. Isian singkat = 10 soal

3. Uraian = 5 soal

Tes komprehensif,terdiri dari 2 jenis tes :

Tes 1  Wawancara Tokoh.

Waktu : 5 menit .

Tugas: Peserta melakukan wawancara kepada tokoh yang dihadirkan oleh juri. Tokoh yang dihadirkan mewakili profesi tertentu, misalnya dokter, polisi, pedagang, guru, dan sebagainya.

 

Aspek yang dinilai :

1. Performance/etika, skor maksimal = 25.

2. Intonasi, skor maksimal = 25.

3. Kemampuan membuat pertanyaan :

a. Susunan bahasa, skor maksimal = 25.

b. Runtunan pertanyaan, skor maksimal = 25.

Tes 2 Membuat dan Membaca Puisi

Waktu : 5 menit.

Tugas: Peserta menyusun atau membuat sebuah puisi berdasarkan tema yang diberikan oleh juri. Panjang puisi minimal 7 baris. Tema-tema puisi meliputi: lingkungan, kepahlawanan, dan kasih sayang. 

Aspek yang dinilai :

1. Diksi (pilihan kata), Skor maksimal = 30

2. Ejaan (kesesuaian dengan EYD), Skor maksimal = 10

3. Kesesuaian antar kalimat (hubungan antar kalimat), Skor maksimal = 10

4. Kerapian, Skor maksimal = 10

5. Intonasi (kelancaran berbicara), Skor maksimal = 20

6. Ekspresi (penghayatan)            , Skor maksimal = 20

Pada tahap pertama ini diambil 3 peserta dengan nilai tertinggi untuk maju ke tahap dua.

b.                  Tahap II

Cerdas cermat, terdiri dari :

1. Soal wajib = 10 soal tiap peserta.

2. Soal lemparan = 10 soal tiap peserta.

3. Soal rebutan = 10 soal. 

 


SKORING  

Tahap I Tes Tertulis (untuk tingkat I, II dan III)

 

1. Pilihan ganda : Jumlah soal 40

@ soal nilai maksimal  1: 4jawaban salah nilai 0

4jawaban benar nilai 1

2. Isian singkat : Jumlah soal 10

@ soal nilai maksimal 2 : 4jawaban salah nilai 0

4jawaban mendekati benar nilai 1

4jawaban benar nilai 2

3. Uraian : Jumlah soal 5

@ soal nilai maksimal 4 : 4jawaban salah nilai 0

4jawaban mendekati benar nilai 2 atau 3

 

4jawaban benar nilai 4

 

Nilai Tes Tertulis = Jumlah nilai pilihan ganda + Jumlah nilai isian + Jumlah nilai uraian

 

Tahap I Tes Komprehensif

Tingkat I

 

Tes 1 Dikte

4Kemampuan menggunakan huruf kapital dan tanda baca, skor maksimal 40

4Kerapian, skor maksimal 30

4Kecepatan, skor maksimal 30

Jumlah skor maksimal 100

 

Tes 2 Bercerita

4Berbicara secara jelas dan urut, skor maksimal 40

4Kreatifitas mengembangkan cerita, skor maksimal 30

4Berbicara dengan intonasi baik dan benar, skor maksimal 30

Jumlah skor maksimal 100

 

Tes 3 Membaca Puisi

4Penghayatan, skor maksimal 40

4Ekspresi, skor maksimal 30

4Intonasi, skor maksimal 30

Jumlah skor maksimal 100

 

Nilai Tes Komprehensif = Jumlah nilai tes 1+ Jumlah nilai tes 2+ Jumlah nilai tes 3

 

Tingkat II

Tes 1 Mengarang

4Kesesuaian cerita dengan tema, skor maksimal 50

4Panjang karangan  (minimal 10 kalimat jumlah kata tiap kalimat minimal 4) , skor

maksimal 20

4Tulisan : Penggunaan huruf kapital, skor maksimal 10

4Penggunaan tanda baca, skor maksimal 10

4Kerapian (kaidah penulisan tegak bersambung), skor maksimal 10

Jumlah skor maksimal 100

 

Tes 2 Menyusun dan Menceritakan Gambar

4Kesesuaian cerita dengan gambar, skor maksimal 30

4Urutan cerita, skor maksimal 20

4Jumlah kalimat (minimal 5 kalimat, masing-masing 4 kata, skor maksimal 10

Jumlah skor maksimal 60

 

 

Tes 3 Membaca Cerita

4Intonasi, skor maksimal 30

4Kelancaran mambaca, skor maksimal 20

4Ekspresi wajah dan suara, skor maksimal 30

4Penampilan (performance), skor maksimal 20

Jumlah skor maksimal 100

 

 

Nilai Tes Komprehensif = Jumlah nilai tes 1+ Jumlah nilai tes 2+ Jumlah nilai tes 3

 

 

Tingkat III

Tes 1 Wawancara Tokoh

4Performance, skor maksimal 25

4Intonasi, skor maksimal 25

4Kemampuan bahasa :

a. susunan bahasa, skor maksimal  25

b. runtunan pertanyaan, skor maksimal  25

Jumlah skor maksimal 100

 

Tes 2 Membuat dan Membaca Puisi

4Diksi (pilihan kata), skor maksimal = 30

4Ejaan (kesesuaian dengan EYD), skor maksimal = 10

4Kesesuaian antar kalimat (hubungan antar kalimat), skor maksimal = 10

4Kerapian, skor maksimal = 10

4Intonasi (kelancaran berbicara), skor maksimal = 20

4Ekspresi (penghayatan), skor maksimal = 20

Jumlah skor maksimal 100

 

 

Nilai Tes Komprehensif = Jumlah nilai tes 1+ Jumlah nilai tes 2

 

 

Tahap II Cerdas Cermat

 

1. Pertanyaan wajib : 4Jawaban benar nilai 100

4Jawaban salah nilai 0

 

2. Pertanyaan lemparan :

a. Pertanyaan dengan satu jawaban : 4Jawaban benar nilai 100

   4Jawaban salah nilai 0

 

b. Pertanyaan dengan lebih dari satu jawaban:

 4Jawaban pertama benar nilai 100

 4Jawaban pertama kurang sempurna nilai 50. Jawaban selanjutnya  benar bernilai 25

4Jawaban salah nilai 0

 

3. Pertanyaan rebutan : 4Jawaban benar nilai 100

4Jawaban salah nilai dikurangi 100

 

 


KISI-KISI  

Tingkat I

  1. Lawan Kata dan Sinonim

  2. Persamaan Kata

  3. Kata Tanya

  4. Tanda Baca

  5. Huruf Besar

  6. Deskripsis

  7. Menyusun Kalimat

  8. Menceritakan Gambar

  9. Silsilah Keluarga

 

Tingkat II

  1. Memahami Bacaan

  2. Kata Depan

  3. Deskripsi Benda

  4. Mengenal Tanda/Rambu Lalu Lintas

  5. Kalimat Tanya

  6. Huruf Kapital

  7. Kata Penghubung

  8. Bagian Surat

  9. Iklan

  10. Padan Kata

  11. Lawan Kata

  12. Tanda Baca

  13. Kata Kiasan

 

Tingkat III

  1. Awalan dan Kata Depan

  2. Peribahasa

  3. Sinonim dan Antonim

  4. Tanda Baca

  5. Jenis Kalimat

  6. Makna Kata

  7. Imbuhan

  8. Pantun

  9. Iklan

  10. Kata Serapan

  11. Kata Penghubung

  12. Percakapan

  13. Puisi

  14. Menyusun Laporan

  15. Cerita

  16. Telegram

  17. Mengungkapkan Pendapat

  18. Wawancara

 

Naskah Puisi

 

ILMU

Karya : Teguh Aminudin

 

Satu kata penuh makna

Satu suara penuh irama

Kucoba tu mencarimu

Ilmu……….

 

Kemanapun kumencari

Walau di tengah laut

Di atas gunung

Ataupun di perut bumi

Dimanapun kan kupatri

Dalam lubuk hatiku ini

 

Ya Allah, ya Tuhanku

Berilah aku Ilmu-Mu

Tuk bekal perjalananku

Tuk Menuju surga firdausmu

 

Disadur dari UMMI edisi Juni-Juli 2004 No.2/XVI

 

Naskah Cerita

SI MALIN KUNDANG

 

          Konon disebuah desa di daerah Minangkabau, Sumatera Barat, tinggallah seorang janda bersama anak lelakinya. Anak itu bernama Malin Kundang. Ayahnya sudah meninggal dunia ketika ia masih kecil. Mereka hidup miskin. Tak satupun barang berharga dimilikinya. Setiap pagi Ibu Malin Kundang mencari kayu bakar di hutan. Hasil penjualan kayu digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

 

          Setelah Malin Kundang dewasa, ia ingin pergi merantau. Malin Kundang ingin mencari penghidupan yang lebih layak. Keinginannya ini dikemukakan kepada ibunya.

          “Ibu, aku sudah bosan dengan keadaan kita selama ini, “ kata Malin Kundang kepada ibunya.

          “Sabarlah, anakku ! Meskipun hidup dalam kemiskinan, kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan. Selama ini kita belum pernah kelaparan. Kita masih dapat makan tiap hari.” Kata ibu Malin Kundang.

          “ Tidak ibu, aku ingin bekerja ditempat lain. Aku ingin membahagiakan ibu.”

          “ Jangan, anakku ! Tinggallah disini bersama ibumu. Tidakkah kamu kasihan kepada ibumu yang sudah tua ini ?” katanya

          “ Ibu jangan mengkhawatirkan aku ! Aku ingin membahagiakan ibu. Aku ingin mendapatkan banyak uang. Jika aku berhasil, aku akan pulang, “ janji Malin Kundang kepada ibunya.

          Ibu Malin Kundang tidak dapat menghentikan keinginan anaknya. Dengan berat hati, wanita itu mengizinkan Malin Kundang merantau.

          “ Baiklah anakku, akan tetapi, janganlah kamu melupakan ibu !” pesan ibunya.

          “ Terima kasih ibu, semua pesanmu akan kulaksanakan,” kata Malin Kundang.

 

          Keesokan harinya, Malin Kundang meninggalkan ibu dan kampung halamannya. Kepergian Malin Kundang diiringi tangis sendu ibunya. Sambil melambaikan tangannya diatas kapal, Malin Kundang pergi merantau ke negeri seberang.

 

          Ditanah rantau Malin Kundang bekerja kepada seorang saudagar kaya. Ia disenangi oleh majikannya. Ia memang tekun dan rajin. Semua pekerjaan diselesaikannya dengan baik. Oleh karena itu, perdagangan majikannyapun maju pesat.

 

          Majikan Malin Kundang memiliki putri yang sangat cantik. Akhirnya Malin Kundang dinikahkan dengan puteri majikannya. Sebelum majikannya meninggal dunia, ia telah mewariskan seluruh hartanya kepada Malin Kundang dan puterinya. Saudagar itu berpesan agar usahanya terus dikembangkan.

 

          Beberapa waktu kemudian, isteri Malin Kundang mengajak suaminya menengok kampung halaman Malin Kundang. Mereka berlayar menuju tempat asal Malin Kundang.

          Kepulangan Malin Kundang didengar juga oleh ibunya. Orang tua itu, sudah sejak lama merindukan putra tunggalnya. Ia bersama orang-orang sekampung menunggu kedatangan Malin Kundang di pelabuhan. Ia benar-benar ingin menjumpai anaknya setibanya di pelabuhan. Ibu Malin Kundang terkejut. Ia tidak menduga bahwa anaknya menjadi orang yang kaya raya. Ibu tua itu melihat seorang lelaki gagah perkasa sedang turun dari kapal layar yang megah Malin Kundang itu didampingi oleh seorang putri yang cantik jelita. Keduanya mengenakan pakaian mewah serta perhiasan gemerlapan.

          “Oh, anakku Malin Kundang, Ibu sangat rindu denganmu, nak.” Kata wanita itu.

          Akan tetapi ketika melihat wanita renta berpakaian lusuh itu mendekat, ia pura-pura tidak mengenalnya. Malin Kundang malu kepada isterinya dan orang-orang disekitarnya. Ia tidak mengakui bahwa wanita itu adalah ibunya.

          “ Siapa kamu wahai wanita tua yang jelek ? Mengapa engkau berani mengaku aku sebagai anakmu ? Pergi dari sini ! Pergi !”

          “ Oh Malin Kundang tidakkah engkau ingat ibumu ini?  Ibu yang melahirkan dan merawatmu sejak kecil. “ kata wanita itu.

          “ Ha…ha….ha……! Ibuku? Aku tidak punya ibu sejelek kamu.”

          “ Malin Kundang mengapa engkau tidak mengakui aku ini ibumu ? Lupakah engkau pada janjimu sebelum pergi ? Mengapa setelah menjadi kaya engkau tidak mengakui aku sebagai ibumu? Apakah engkau malu kepada isteri dan pegawai-pegawaimu?”

 

( Dikutip dari Buku Bahasa Indnesia Penerbit Intan Pariwara kelas 4 )